Ciri Ciri Kurang Darah atau Anemia

Ciri Ciri Kurang Darah atau Anemia

Ciri Ciri Kurang Darah atau AnemiaCiri Ciri Kurang Darah atau Anemia.- Kurang darah sering juga disebut Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah yang  menurun di dalam darah dan ini sangat berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut dan biasanya ditandai  dengan tubuh terasa lemas, pucat dan tak bertenaga, dan tentunya sangat mengganggu aktifitas kita sehari-hari.

Di dalam tubuh manusia terdapat banyak sel darah merah yang jumlahnya bisa sampai jutaan bahkan  miliaran sel, di dalam sel darah merah juga terdapat hemoglobin yang membuat darah menjadi berwarna  merah serta memiliki fungsi yang sangat penting yaitu mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan  tubuh.

Seorang wanita lebih beresiko terkena kurang darah dikarenakan saat haid darah terbuang secara teratur setiap bulannya. Berikut ciri-ciri kurang atau anemia

Ciri Ciri Kurang Darah atau Anemia

  • Pusing, Sakit Kepala. Hal ini terjadi karena darah tidak mampu membawa oksigen yang cukup ke otak. Akibatnya penderita akan mengeluh pusing di kepala. Kepala berkunang-kunang yang sering disebut sebagai pusing tujuh keliling. Tekanan  darah rendah dapat menyebabkan pingsan. Sakit kepala karena tekanan darah tidak stabil disebut dengan ortostatik.
  • Kabur dan Berkunang-kunang. Penglihatan tiba-tiba akan kabur beberapa saat kemudian, dan kadang selalu berulang. Hal ini bisa dibedakan dengan kekaburan karena mata minus. Bisa juga hal ini terjadi karena duduk terlalu lama kemudian berdiri. Biasanya keseimbangan terganggu, dan bisa menyebabkan penderita jatuh ambruk. Bisa juga terjadi pada saat penderita berdiri terlalu lama, misalnya saat antre atau mengikuti upacara.
  • Pucat, Loyo, Tidak Bersemangat. Penderita akan terlihat pucat, dingin, denyut nadi lemah (atau denyut tidak stabil) karena suplai darah ke otak sedikit sekali. Tubuh terasa dingin karena suplai darah lambat dan tidak sampai ke jaringan tepi/mucosa tubuh. Rasa dingin biasanya mudah dideteksi terjadi di kaki, tangan, telinga, atau di bibir yang membiru. Biasanya diiringi dengan peluh deras yang keluar.
  • Perut Mual-mual. Mual-mual biasanya akan menyerang tiba-tiba dan terjadi berulang. Tubuh akan merasa letih-lemas, tidak bertenaga, bahkan untuk sekadar menopang kedua kaki dan membawa kedua tangan saja tidak cukup kuat.  Hal ini terjadi  karena tidak cukup energi  yang dibawa darah ke otak, organ atau kulit.
  • Nafas Cepat dan Dangkal. Hal ini merupakan reaksi tubuh (paru-paru) untuk mengimbangi ketidakmampuan darah untuk  mengikat oksigen yang akan diedarkan ke ke seluruh tubuh. Sesak nafas terjadi karena ketika tekanan darah ke jantung melemah maka otot jantung dan otot intra- tulang dada terganggu. Akibatnya akan terjadi sesak nafas dan nyeri  pada dada.  Kadang dirasakan denyut jantung  terganggu dan tidak teratur (aritmia).
  • Otak Tidak Mampu Bekerja. Konsentrasi akan berkurang, dan penderita tidak bisa berpikir jernih.  Hal ini akan membuat penderita mengalami kebingungan karena kekurangan suplai oksigen dalam otak. Kalau sedang bekerja (atau sekolah) tidak mampu berpikir cepat dan mengerjakan tugas dengan tangkas. Dalam beberapa kasus sering menyebabkan depresi.
  • Mengantuk. Kurangnya suplai oksigen juga akan membuat penderita sering menguap, mengantuk. Darah yang berisi oksigen dan kaya nutrisi/energi terlalu lemah untuk dipompakan ke otak.
  • Rasa Haus yang Berlebihan. Minum banyak merupakan kompensasi tubuh untuk memacu pergerakan sirkulasi cairan dalam tubuh.  Air menjadi sangat penting untuk menormalisir tekanan darah.
  • Lemas
  • Kebingungan
  • Kepala terasa ringan
  • Badan terasa dingin

Itulah Ciri Ciri Kurang Darah atau Anemia yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Baca juga :

Ciri Ciri Kurang Darah atau Anemia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!